Kendari-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito KarnavianMalam penganugerahan Ajang Regional Sulawesi 2026 yang digelar di Kota Kendari pada Jum'at (29/5), menjadi momen yang campur aduk bagi Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
Di saat sejumlah kabupaten dan kota lain di Sulsel sukses memborong berbagai penghargaan bergengsi, Kabupaten Soppeng justru harus menelan pil pahit dan pulang dengan tangan hampa.
Acara tahunan yang mempertemukan seluruh perwakilan pemerintah daerah se-Sulawesi ini bertujuan untuk memberikan apresiasi atas inovasi, pelayanan publik, dan pembangunan daerah terbaik sepanjang tahun berjalan.
Sulawesi Selatan secara umum tampil mendominasi dalam perolehan penghargaan di berbagai kategori utama, mulai dari tata kelola pemerintahan terbaik hingga inovasi digital sektor publik.
Beberapa daerah tetangga berhasil naik ke panggung kehormatan dan membawa pulang piala, seperti Kota Makassar, Wajo Palopo, Takalar, Gowa dan Kabupaten Sidrap.
Namun, suasana kontras justru dirasakan oleh delegasi dari Kabupaten Soppeng. Hingga pembacaan nominasi terakhir dan acara resmi ditutup, nama kabupaten yang dikenal dengan julukan Bumi Latemmamala ini sama sekali tidak disebut dalam daftar penerima penghargaan.
Hasil minor ini memicu sorotan dari berbagai pihak, mengingat beberapa tahun terakhir Soppeng kerap dikenal dengan berbagai terobosan program kemasyarakatannya.
Pulang tanpa satu pun penghargaan dari Kendari tentu menjadi bahan evaluasi dan tamparan bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Soppeng untuk berbenah dan mengkaji ulang efektivitas program kerja serta pelayanan publik.
"Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi kabupaten/kota lain, termasuk di Sulawesi Selatan, untuk terus meningkatkan inovasi dan pelayanan publik di daerah masing-masing," ungkap Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian.

0 Komentar